Mahasiswa Gaib

Penulis:  Krisna Wardhana Djaling – 1506732980

Mutiara Maharini – 1506683410

 

kris

image source: http://www.penabudaya.com/wp-content/uploads/2016/04/goy.jpg

Baru-baru ini muncul berita yang menghebohkan netizen oleh kabar munculnya sesosok “dosen gaib” yang muncul di salah satu kampus ternama di Indonesia. Dalam berita tersebut sang dosen dikabarkan duduk diam sampai seorang mahasiwa secara tidak sengaja menjatuhkan pulpen ke bawah dan melihat sang dosen tidak memiliki kaki saat mengajar alias melayang. (Baca: Begini Cerita Dosen Gaib UAD yang Bikin Merinding)

Selain berita “dosen gaib”, muncul lagi fenomena “mahasiswa gaib” yang sudah menjadi topik umum di kalangan mahasiswa.

 

Mahasiswa gaib itu korban pembunuhan yang gentayangan di kampus kan?

 

Mahasiswa gaib, mungkin jika kamu beruntung (atau tidak) bisa kamu temukan saat kelas. Ketika kamu melihat nama-nama orang yang kamu kira tidak masuk tetapi kamu menemukan tanda tangan mereka di daftar hadir. Berarti dapat dipastikan bahwa mereka adalah mahasiswa gaib. Mengerikan kan? Yang membuat heran adalah bagaimana mereka mengisi daftar hadir tersebut? Ternyata fenomena gentayangan ini terjadi akibat salah satu perilaku kecurangan akademik yang dilakukan mahasiswa yaitu titip absen.

Titip absen merupakan hal yang cukup biasa didengar dalam lingkungan kampus. Kedengarannya lucu ya? Sudah seperti orang menitip barang, sayangnya, Titip absen disini bermaksud menitip jasa untuk berbohong. Jasa untuk memalsukan kehadiran. Entah sejak kapan fenomena titip absen itu ada, karena tidak ada ensiklopedi, buku sejarah, ataupun literatur lainnya tidak ada yang mencantumkan tentang titip absen. Fenomena ini tentunya juga terjadi di kampus kita yaitu UI.

Berdasarkan survey singkat ke 40 orang mahasiswa S1 Universitas Indonesia, 97,5% mahasiswa mengaku tahu istilah “titip absen”. Itu berarti, hanya 1 dari 40 orang yang tidak mengetahui apa itu titip absen. Sisanya, tahu semua. Dari 40 orang tersebut, 60% mengaku pernah melakukan titip absen dan menandatangani absen orang lain. Bisa kita simpulkan, kalau titip absen itu merupakan hal yang sering terjadi dalam perkuliahan. Mengapa mahasiswa melakukan titip absen? Pastinya ada saja alasan-alasan seorang mahasiswa ‘menitip absen’ kepada temannya.

Salah satunya adalah bangun kesiangan atau terlambat. Bisa saja kamu datang terlambat dan meminta maaf pada dosen, tapi maksimal 15 menit setelah perkuliahan dimulai. Kalau lewat dari itu? Dosen pasti sudah risau hatinya melihat mahasiswanya terlambat dan hanya berkata, “Maaf, saya terlambat” atau bahkan hanya diam dan duduk langsung seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Alhasil yang terpikirkan saat itu yaitu titip absen.

Menitip absen dengan alasan ingin mengerjakan tugas juga salah satu penyebabnya. Tugas yang belum sempat diselesaikan menjadi alasan mereka memina titip absen. Sebenarnya bisa saja diselesaikan setelah kuliah, tetapi deadline-lah yang membuat mereka tidak masuk. Deadline hari itu juga atau deadline beberapa jam lagi.

Kegiatan-kegiatan non-akademis lain yang bentrok dengan jadwal kuliah juga berpengaruh terhadap perilaku mahasiswa untuk menitip absen. Akan tetapi, alasan yang paling umum dilakukan penitip absen yaitu karena malas kuliah. Bisa jadi karena dosennya yang kurang cocok atau materi kuliahnya yang kurang menarik, atau bahkan memang lebih memilih berbaring di kamar.

Jujur, kita pun pernah kok titip absen. Alasannya sih karena adanya jatah absen yang bikin kita waswas jika melewati jatahnya. Ketika jatah absen terlewati, mahasiswa dipastikan tidak akan lulus matkulnya. Pikiran itu terus menghantui kita ketika cabut kuliah. Alhasil jalan terakhirnya yaitu titip absen. Kita menyadari perilaku ini patut disalahkan karena sifatnya menghancurkan, baik ke moral yang meminta titip absen, juga ke yang menulis tanda tangannya.

Namun, masalahnya adalah kenapa ketika sudah ada jatah untuk absen, mahasiswa masih saja bolos kuliah lebih dari jatahnya. Ini bisa saja terjadi karena time management mahasiswa tersebut kurang baik, alhasil saat harusnya masuk kelas dia masih harus mengerjakan tugas-tugas lain atau bahkan harus mengikuti kegiatan-kegiatan lain yang jadwalnya bentrok atau malah lagi malas-malasan di kantin. Saat seorang mahasiswa yang time management-nya buruk memutuskan untuk menitip absen pada temannya, secara otomatis dia juga tidak memiliki rasa tanggung jawab karena dia memilih untuk tidak masuk kelas, namun tidak mau menerima konsekuensinya (mau enaknya doang :p). Kita seharusnya tau dong kalau presensi adalah tanggung jawab dari setiap mahasiswa, kalau tidak bisa datang ya terima konsekuensinya. Materi yang tertinggal, tugas atau kuis yang tidak mendapatkan nilai, dan juga absen dalam daftar hadir. Kalau tanggung jawab diri mahasiswa saja tidak dijaga, gimana nanti dia menjaga tanggung jawab pasangannya?(syukur-syukur kalo dapet) Tanggung jawab rakyatnya kalau jadi pemimpin? (pikirin lulus aja dulu).Maka dari itu mulai dari sekarang coba hilangkanlah di benak kalian pikiran-pikiran tentang ketidakjujuran akademik terutama titip absen.

Saat seseorang sudah ketergantungan dengan titip absen, dia tidak akan memiliki rasa bersalah dan menjadi sulit bedain mana yang benar dan mana yang salah. Moralitas mahasiswa bisa dipertanyakan. Mahasiswa dipandang sebagai kaum intelektual yang sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, dan mampu menyelesaikan permasalahan mereka sendiri. Semoga tulisan ini membuat kalian sebagai pembaca sadar akan pentingnya kejujuran yang kelak menentukan akan jadi apa kita kedepannya.

 

 

Referensi:

http://www.ayomoco.com/ta-titip-absen-di-kalangan-mahasiswa/

http://www.penabudaya.com/2016/04/21/fenoma-titip-absen-tipsen/