Diskusi Evaluasi Akademik

1449497088456

Senin, 7 Desember 2015, telah dilaksanakan diskusi terkait evaluasi semester dan akademik  bersama pihak fakultas. Pada diskusi ini turut hadir perwakilan dari angkatan 2012, 2013, dan 2014. Sedangkan dari pihak fakultas diwakili oleh Bu Frieda sebagai Kepala Prodi Sarjana, Mbak Fani sebagai Manager Pendidikan dan Kemahasiswaan, dan Mas Iman sebagai Sekretaris Prodi Sarjana. Diskusi dimulai dengan presentasi hasil pengolahan data kualitatif evaluasi semester yan telah diisi oleh mahasiswa. Hasil pengolahan kualitatif tersebut bisa dilihat di bit.ly/EVISEM.

Setelah hasil evaluasi dipresentasikan, berlangsung sesi diskusi dan tanya jawab antara pihak fakultas dan mahasiswa. Beberapa hal yang didiskusikan yaitu :

  1. Mahasiswa : adanya perubahan bobot penilaian dipertengan semester berlangsung, diantaranya pada mata kuliah Psikologi Perkembangan, Psikologi Kerja, PIO, RPI, dan Psikologi Kognitif. Selain itu di beberapa mata kuliah bobot penilaian berbeda-beda di tiap kelasnya, contohnya pada mata kuliah RPI. Terdapat mata kuliah yang tidak memiliki tugas dan hanya UAS DAN UTS.

Pihak Fakultas : Akan disampaikan di rapat bersama koordinator mata kuliah dan ke dosen yang mengajar. Sebenarnya bobot untuk tugas pasti ada, sekurang-kurangnya 20 % untuk setiap mata kuliah.

  1. Mahasiswa : Rancangan Penelitian Psikologi (RPP) kenapa diletakkan diakhir masa perkuliahan ? Terlihat kurang matangnya persiapan karena persepsi setiap dosen pengajar berbeda-beda. Selain itu terdapat perbedaan intruksi mengenai variabel moderator di setiap peminatan. Format baru diberikan di pertengahan semester, kenapa tidak dari awal ? Kenapa bentuk RPP tidak diubah menjadi pelatihan skripsi saja ? Terkait penyamaan persepsi dosen mungkin bentuknya bisa kelas besar dulu, setelah itu baru dipecah ke kelas kecil.

Pihak Fakultas : Terima kasih atas masukannya terkait RPP, memang mata kuliah ini masih terus dikembangkan dan saran-saran ini akan sangat berguna untuk pengembangan kedepannya. Terkait persepsi, memang masih terus diupayakan untuk menyamakan, karena sebenarnya mata kuliah ini merupakan pengembangan dan penelitian psikologi sosial yang selama ini hanya ada di bidang sosial Tahun depan mata kuliah ini akan diberikan pada semester 6. Jika diberikan lebih awal lagi, akan ditinjau lagi karena ada mata kuliah yang harus didapatkan terlebih dahulu sebelum RPP. Sedangkan untuk menjadikan mata kuliah ini ke dalam bentuk pelatihan, akan coba dipertimbangkan, kami juga akan mencari metode yang terbaik untuk memberikan mata kuliah ini kepada mahasiswa.

  1. Mahasiswa : Mata Kuliah Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) bentuk pengajarannya hanysa studi kasus dan presentasi yang lebih ke pemahaman sedangkan ketika ujian bentuknya lebih ke teknis dan sangat teoritis, kenapa tidak sejalan ?

Fakultas : Terkait PIO akan disampaikan ke koordinator mata kuliah dan akan ditinjau dan disesuaikan lagi dengan tujuan pembelajaran

  1. Mahasiswa : Bukankah Psikometri prasyaratnya KAUP, akan tetapi kenapa ada yang tidak lulus psikometri tetapi bisa mengambil KAUP ?

Fakultas : Sepertinya ada kesalahan pada sistem, seharusnya tidak bisa mengambil, dan akan di drop. Jika kalian mengetahui ada kasus seperti itu laporkan saja ke pihak fakultas untuk ditindaklanjuti.

  1. Mahasiswa: Kenapa kertas ujian tidak dibagikan lagi supaya mahasiswa mengetahui kekurangannya dimana?

 

Fakultas : sebenarnya jika mahasiswa mau tinggal minta ke dosen yang mengajar. Mahasiswa memiliki hak untuk itu. Setelah dilihat bisa dikembalikan lagi ke dosen

  1. Mahasiswa : kami diminta untuk memilih kelas yang sama untuk linbud dan metpen, akan tetapi sampai sekarang tidak jelas tujuannya untuk apa ? karena tidak terintegrasi juga

Fakultas : sebenarnya itu untuk memudahkan dan mengurangi beban tugas kalian. Akan tetapi mungkin sulit karena pemberitahuannya yang tidak dari awal, kedepannya akan diinformasikan dari awal jika akan ada penggabungan kelas, sehingga kalian tidak sulit untuk mengintegrasikan dan memilih kelasnya

  1. Mahasiswa : bagaimana proses dari EDOM, karena ada dosen yang sudah diberikan evaluasi ternyata tidak ada perubahan dalam cara pengajaran?

Fakultas : sebenarnya setelah mahasiswa selesai mengisi EDOM, kami akan mengolahnya, dan jika ada dosen yang mendapat evaluasi buruk akan kami panggil untuk diberikan masukan dan evaluasi. Akan tetapi jika memang belum berubah bisa jadi karena mahasiswa belum serius dalam mengisi EDOM. Jika kalian memang merasa tidak puas dangan ragu untuk memberikan nilai 1 atau 2, karen kalau masih memberikan nilai tengah maka tidak akan terlalu berpengaruh. Isi EDOM dengan sesungguhnya dan sesuai dengan apa yang kalian rasakan. Hal ini akan berdampak pada mutu akademik kita juga, jadi jangan ragu. Jika mata kuliah memiliki 2 dosen atau lebih, jangan lupa menuliskan nama dosen yang diberikan penilaian di kolom penilaian yang terdapat di bagian bawah EDOM.

Poin-poin diatas hal-hal yang telah disampaikan dan ditanggapi oleh pihak fakultas. Fakultas sangat menyambut baik adanya diskusi ini dan berterima kasih atas saran dan evaluasi yang diberikan. Jika ada evaluasi dan saran yang ingin diberikan fakultas menghimbau mahasiswa untuk menyampaikannya ke fakultas, baik melalui kesma atau pun ke pihak fakultas secara langsung.

 

Departemen Kesejahteraan Mahasiswa

BEM Fakultas Psikologi UI 2015